Friday, September 19, 2014

Perkenalkan, Nama Saya Andriansyah Dermawan

#JAKARTAREPOSEPROJECT

Hari ini panas, boleh dibilang sangat panas. Terlebih lagi saya memakai seragam bertangan panjang dan celana panjang berwarna biru donker gelap. Tidak banyak yang saya lakukan saat ini, hanya memperhatikan beberapa pekerja sibuk mencatat di sebuah buku tebal sembari memindahkan kardus-kardus besar dari dalam truk pick up. Sesekali saya mengusir kebosanan dengan memperhatikan lalu lalangnya mobil di jalan raya di belakang saya, suara klakson selalu berhasil  membuat saya menolehkan pandang.
Perkenalkan, nama saya Andriansyah Dermawan dan berusia 20 tahun. Saat ini saya bekerja sebagai petugas keamanan di Mall Puri Indah, Jakarta Barat. Pernahkah anda bertanya, apa bedanya saya dengan satpam berbaju putih yang berkeliling di dalam mall? Saya lebih banyak menjalankan tugas di luar mall untuk menjaga akses masuk setiap orang yang masuk dan keluar mall. Seperti saat ini, saya berada di belakang area mall, tepatnya di area parkir gudang, dan mengawasi beberapa pekerja mendistribusikan barang-barang keperluan salah satu toko di mall. Kami para petugas keamanan memiliki jam kerja 12 jam setiap harinya yang dibagi ke dalam 2 shift, pagi dan malam. Saat ini saya sedang bertugas di shift pagi yang berarti saya sudah berada disini sejak pukul 7 pagi dan akan pulang pukul 7 malam. Sedangkan jika shift malam saya bertugas dari pukul 7 malam hingga 7 pagi. Untuk petugas keamanan seperti saya, seminggu rasanya hanya ada 6 hari. Karena kami bekerja 2 hari shift malam, 2 hari shift pagi, dan 2 hari libur, lalu dimulai lagi dari hari pertama. Ngomong-ngomong, pukul berapa ini? Pukul 2 siang, ah masih 5 jam lagi..
Saya sangat tidak sabar menunggu jam shift saya berakhir. Hari ini setelah jam kerja selesai saya ada janji dengan teman-teman saya dulu di SMK YMIK Joglo untuk bermain futsal. Kami akan berkumpul di lapangan bola di depan Mercubuana. Melalui grup di blackberry messenger (BBM) saya biasanya berkomunikasi dan mengumpulkan teman-teman untuk bermain futsal.
 Saya suka bermain futsal memang sudah sedari kecil dan semakin menyukai futsal seiring bertambah dewasa. Dalam seminggu bisa 2-3 kali saya berkumpul dengan teman-teman sekolah untuk bermain futsal. Malam adalah waktu kesukaan kami untuk bermain futsal. Rasanya enak untuk bermain bola di lapangan rumput pada malam hari. Tidak panas dan angin yang menerpa wajah kami saat berlari terasa menyejukan. Karena itulah biasanya sehabis shift pagi atau di saat hari libur saya menyempatkan diri untuk berkumpul dan bermain futsal bersama teman-teman lama.
Walaupun lapangan yang kami pakai ini lapangan outdoor, lapangan ini disewakan oleh pemiliknya seharga Rp 150,000.00 per jam. Karena kami biasa bermain 2 jam, maka kami harus mengeluarkan uang sebesar Rp 300,000.00 sekali permainan. Memang agak mahal, tetapi karena kami biasa bermain bersama  10 orang, biaya yang dikeluarkan 1 orang menjadi sekitar Rp 30,000.00.
Selain futsal, lari pagi dan fitness adalah olahraga berikutnya yang paling saya gemari. Setiap Minggu pagi, saya tidak pernah absen lari di Gelora Bung Karno. Aktivitas ini rutin saya lakukan bersama teman-teman sejak saya duduk di kelas 1 SMK. Jika tidak ada keperluan yang mendesak seperti sakit atau acara keluarga, tidak mungkin saya tidak datang. Selain untuk lari, hal yang saya suka dari GBK adalah penyediakan beberapa alat olahraga lain seperti barbell dan pull up. Banyaknya tukang makanan dan minuman di area GBK juga membuat kita tidak repot mencari pengisi perut setelah lelah berlari.
Memang, jarak Gelora Bung Karno dengan rumah saya yang terletak di Meruya Selatan, Jakarta Barat cukup jauh. Saya harus mengendarai motor terlebih dahulu dari rumah lalu menitipkan motor saya di tempat parkir. Tapi serunya lari beramai-ramai banyak orang dari berbagai kelas sosial, suku, dan budaya yang berbeda tidak bisa saya dapatkan hanya dengan lari di sekitar rumah saya. Terkadang ada saja hal lucu seperti melihat orang yang tersandung ketika berlari. Apalagi banyak wanita-wanita cantik juga lari pagi disana. Yah, saya kan laki-laki, bohong kalau saya bilang saya tidak suka bukan?
         Untuk fitness, ini sebenarnya olahraga terbaru yang saya coba. Saya mendapat rekomendasi dari teman tentang tempat fitness di daerah Joglo, namanya Exotic Fitness, Baru sekitar 1 bulan saya mencobanya jadi tidak banyak perubahan yang bisa saya rasakan. Yang pasti saya ingin membentuk badan saya supaya terlihat lebih jadi. Sebagai petugas keamanan, masakan tubuh saya terus menerus kecil seperti ini. Jadi futsal, lari pagi, dan fitness, berurutan sesuai olahraga yang paling saya senangi, merupakan 3 kata untuk menggambarkan aktivitas luang saya. 
Jujur saja saya paling tidak menyukai mall sebagai tempat menghabiskan waktu. Selain karena setiap harinya saya bekerja di mall, saya seringkali minder jika mengunjungi mall. Lagipula tidak banyak yang bisa saya lakukan di mall, hanya jalan berkeliling mall dan berujung menghabiskan uang. Selain itu saya juga kurang menyukai Kota Tua. Terakhir saya mengunjungi Kota Tua saat duduk di kelas 2 SMK dan pengamen disana sangat banyak. Risih sekali jika pengamen muncul lebih dari 3 kali dalam 1 tempat.
Facebok dan twitter saya rasa adalah media sosial yang paling efektif untuk mempromosikan tempat-tempat wisata baru. Setiap orang, terutama anak muda seperti saya sangat banyak yang menggunakan kedua media sosial tersebut. Kami juga menghabiskan cukup banyak waktu di media sosial sehingga promosi pastilah efektif di media tersebut. Walaupun selama ini, saya lebih banyak mendapat rekomendasi dari teman tentang tempat-tempat baru di Jakarta.
Sebenarnya saya sangat berharap Jakarta memiliki tempat-tempat olahraga yang lebih banyak, tidak hanya di daerah Senayan. Berbagai tempat wisata seperti Kota Tua pun bisa disediakan arena lari sehingga memberikan pengalaman berlari yang baru untuk warga Jakarta. Selama ini warga Jakarta hanya pernah berlari di antara gedung-gedung tinggi di Jakarta, dan pasti akan memberikan pengalaman menyenangkan jika mereka bisa berlari mengelilingi kawasan bersejarah seperti Kota Tua. Penyediaan alat-alat olahraga juga harus selalu dijaga kebersihan dan penggunaannya.
Terlepas dari dunia olahraga, tempat wisata yang paling ingin saya kunjungi adalah Trans Studio di Bandung. Saya pernah melihatnya beberapa kali di televisi dan permainan serta desain tempatnya terlihat begitu bagus. Memang sih Jakarta memiliki Dufan, tapi saya penasaran dengan Dufan versi indoor yang ada di Bandung. Pasti suasana dan permainannya sangat berbeda, apalagi saya tidak akan kepanasan jika bermain disana.
“Permisi Pak, lagi sibuk ga? Saya bisa minta waktu sebentar untuk wawancara tugas kuliah?”, seorang anak perempuan muda tiba-tiba membuyarkan lamunan saya.
“Wawancara tentang apa?”
“Tentang kegiatan watu luang Bapak pak. Misalnya Bapak paling suka ngapain di waktu luang, biasa kemana, gitu-gitu Pak kira-kira”
Wah pas sekali. Baru saja otak saya berbicara tentang futsal, lari pagi, dan fitness. Hm, sekarang baru pukul 3 sore dan para pengangkut barang juga sudah selesai menurunkan kardus-kardus dari dalam truck. Kerjaan saya sudah tidak banyak juga saat ini. Kenapa tidak?
“Oh iya, tentu saja boleh.”


Chrisella
Tangerang, 19 September 2014

No comments:

Post a Comment